Karang Taruna Jadi Pilot Project

Demokrat Kawal Penyaluran Dana Desa
March 22, 2016
Tour De Java SBY Serap Aspirasi Masyarakat
March 28, 2016

Karang Taruna Jadi Pilot Project

26822GRESIK (BM) – Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jumlah petani Indonesia terus menyusut dalam setiap tahunnya. Mayoritas petani saat ini berusia lebih dari 45 tahun dan berpendidikan rendah.

Menyikapi hal itu, PT Petrokimia Gresik (PG) bersama Patra dan Karang Taruna Nasional sepakat meneken MOU tentang Pelatihan dan Pengembangan Pemuda dalam bidang Pertanian di Gresik, Senin (21/3) yang dihadiri juga Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.

Kondisi itu sangat beresiko bagi keberlangsungan program swasembada pangan di Tanah Air. Karang Taruna dan Pelatihan Anak Tani Remaja (Patra), yang dibina PT Petrokimia Gresik, bakal dijadikan proyek awal PT Pupuk Indonesia (persero), guna mendukung program ketahanan pangan di tanah air

Penandatanganan MOU dilakukan oleh Ketua Umum Karang Taruna Nasional Didik Mukrianto, Derektur Utama PG Nugroho Christijanto dan Pembina Patra K Imam Soejono. Program “Taruna Petro Utama” itu diyakini sebagai solusi atas masalah regenerasi di sektor pertanian.

“Melaui program itu diharapkan sektor pertanian memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional, dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ketahanan negara,” kata Dirut PG Nugroho Cristijanto.

Didik Mukrianto, Ketua Umum Karang Taruna Nasional mengatakan, dengan adanya pilot project itu dirinya yakin Taruna Petro Patra bisa mem-back up program Pupuk Indonesia. Harapannya, ketahanan pangan semakin kuat. Hasil dari Taruna Petro Patra itu ilmunya harus ditularkan ke petani di daerah lain.
“Kalau Taruna Petro Patra semakin berkembang yang menjadi petani semula menyusut bisa berkembang lagi,” tuturnya.

Sementara itu, penggagas Patra Imam Soedjono (65) menceritakan, keberadaan Patra berawal dari melihat keprihatinan generasi muda yang enggan menjadi petani di daerah Bondowoso, Jawa Timur.

Patra diawali dari 29 orang yang berlatar pendidikan SMP hingga SMA. Ironisnya, dari 29 orang itu 80 persen tidak bisa mencangkul. Per lahan tapi sejak berdiri 2005 kini anggota Patra telah mencapai 200o anggota lebih yang tersebar di 18 kabupaten, dan 9 provinsi.

“Kegiatan Patra sangat diapresiasi, yang semula seleksinya tidak ketat. Saat ini, pemuda yang masuk Patra harus persyaratan yang ketat mulai dari umur, tidak merokok, dan tidak pakai anting-anting bagi petani pria. Melalui seleksi itu, diharapkan muncul petani yang tangguh,” pungkasnya

Pemilihan Karang Taruna dan Patra bukan tampa alasan. Karang Taruna dipilih karena memiliki anggota usia produktif dalam jumlah yang cukup besar. Selain itu, keduanya merupakan sorganisasi sosial kepemudaan yang keberadaannya diamanatkan dalam UU. Patra merupakan komunitas petani pemuda yang telah beroperasi lebih dari 10 tahun. Saat ini Patra memiliki 2.000 anggota di 18 Kabupaten dan 9 Provinsi. Petrokimia Gresik akan mendukung dan memfasilitasi berbagai kegiatan Patra dan Karang Taruna yang telah terpogram. (sgg/gbr/zen/dra)

X