Samadikun Hartono Dibekuk di Tiongkok Jadi Momentum Usut Aset Negara

Revisi UU Pilkada, Fraksi Demokrat Soroti Partisipasi Pemilih
April 13, 2016
Revisi UU Pilkada, Fraksi Demokrat Soroti Partisipasi Pemilih
April 19, 2016

Samadikun Hartono Dibekuk di Tiongkok Jadi Momentum Usut Aset Negara

Sumber: http://wartakota.tribunnews.com/

Anggota Komisi III DPR Didiki Mukriyanto angkat bicara mengenai tertangkapnya terpidana kasus BLBI Samadikun Hartono di Tiongkok. Samadikun adalah Terpidana Kasus BLBI yamg melarikan diri pada saat mau dieksekusi.
“Waktu itu Putusan Mahkamah Agung RI Nomor 1696 K/Pid/2002 tanggal 28 Mei 2003 menjatuhkan pidana 4 tahun penjara kepada Samadikun dalam kasus penyalahgunaan dana BLBI senilai Rp 169 miliar,” kata Didik ketika dikonfirmasi, Minggu (17/4/2016).
Ia mengatakan sejak melarikan diri Samadikun menjadi beban penegak hukum dan negara. Didik menuturkan terpidana yang melarikan diri, demi hukum harus ditetapkan sebagai DPO dan harus dicari dan ditangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
“Alhamdulillah beberapa hari yang lalu Samadikun berhasil ditangkap oleh Tim Terpadu Pencari Tersangka, Terpidana, dan Aset dalam Perkara Tindak Pidana. Suatu upaya dan prestasi yang patut diapresiasi terhadap kerja Tim yang dikoordinasikan oleh Kejagung dan melibatkan BIN ini,” kata Politikus Demokrat itu.
Dengan keberhasilan ini, ia berharap menjadi momentum yang tepat bagi bangsa kita untuk segera memburu aset-aset negara Indonesia dibawa lari oleh para oknum warga negara dalam kasus BLBI.
Didik mengatakan kasus BLBI dapat menjadi pijakan awal untuk meretas persoalan aset-aset bangsa yang dibawa lari oleh para koruptor. Hal itu tentu pembelajaran yang penting buat pemerintah, agar tidak lagi gampang untuk melepas aset Negara ke Asing.
“Tentu selain aset BLBI ini, kita ingat bagaimana Pak Jokowi yang ingin berusaha mengambil alih lagi saham-saham BUMN yang terlanjur dijual ke Asing pada era pemerintah Megawati seperti Indosat dan lain-lain. Tapi faktanya hingga sekarang tidak ada sedikitpun tanda-tanda bisa diwujudkan,” imbuhnya.
Diketahui, Samadikun divonis bersalah dalam kasus penyalahgunaan dana talangan dari Bank Indonesia atau BLBI senilai sekira Rp2,5 triliun yang digelontorkan ke Bank Modern menyusul krisis finansial 1998.
Kerugian negara yang terjadi dalam kasus ini sebesar Rp169 miliar. Berdasarkan putusan Mahamah Agung (MA) tertanggal 28 Mei 2003, mantan Presiden Komisaris Bank PT Bank Modern Tbk itu dihukum empat tahun penjara.
Selain Samadikun, Kejaksaan Agung masih mengejar buronan lain, di antaranya, Lesmana Basuki, Eko Edi Putranto, Hary Matalata, Hendro Bambang Sumantri, Hesham al Warraq, dan Rafat Ali Rizvi.
Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Suprapto
Sumber:

X