Jagong Budaya bersama Pokja Kebudayaan Bojonegoro dan Masyarakat Bojonegoro

Pemerintah Tak Mau Langgar Putusan MK
April 28, 2016
Inilah Temuan Didik Mukrianto Saat Kunjungan Ke Kejari Tuban
May 26, 2016

Jagong Budaya bersama Pokja Kebudayaan Bojonegoro dan Masyarakat Bojonegoro

Dalam rangka kegiatan menyerap aspirasi rakyat di Dapi IX Jatim, Didik Mukrianto mencoba ‘nguri-nguri kabudayan jawi” dengan melakukan kegiatan Jagong Budaya bersama Kelompok Kerja (Pokja) Kebudayaan Bojonegoro di Warung Aspirasi Jalan Lettu Suwolo Bojonegoro.

Didik Mukrianto menjelaskan bahwa kegiatan Jagong Budaya ini untuk menyerap aspirasi masyarakat terkait dengan peningkatan kesejahteraan, peluang usaha dan akses terhadap partisipasi dan kesempatan di bidang minyak bumi dan gas karena Bojonegoro menjadi tumpuan pemerintah untuk menopang cadangan migas nasional.

“Bojonegoro ini butuh pemimpin yang bisa memahami peradaban yang mampu menterjemahkan aspirasi masyarakat. Pemimpin yang berpihak kepada penguatan kapasitas SDM Bojonegoro dalam rangka peningkatan daya saing (kompetisi) dan kesejahteraan yang didambakan sehingga Pilkada 2018 nanti, output-nya harus benar-benar menghasilkan pemimpin yang visioner, kapabel tapi memegang teguh nilai-nilai budaya seperti kita di sini menghadirkan tokoh Samin, Hardjo Kardi,” ujar Didik Mukrianto.

Lebih lanjut didik mukrianto menjelaskan bahwa Bojonegoro dengan kekayaan sumber daya alam yang luar biasa ini harus diimbangi dengan penguatan nilai-nilai luhur agar tumbuh pesatnya sektor industri Migas ini jangan sampai menggerus nilai-nilai, norma, budaya di masyarakat yang ke depan bisa menimbulkan masalah sosial.

Mbah Hardjo Kardi sebagai tokoh Samin menekankan bahwa perjuangan masyarakat Samin sebenarnya dahulu adalah sebuah strategi, siasat yang berkembang menjadi budaya untuk berperang dengan caramengelabuhi penjajah belanda pada waktu itu. Jadi arti Samin menurut mbah Hardjo harus dipahami pada ajaran dan semangat perjuangan masyarakat Samin. Salah satu ajaran masyarakat Samin adalah nilai-nilai gotong royong, kejujuran yang masih dipegang teguh menjadi prinsip yang tidak bisa ditawar lagi.

“Pada masa dulu jika orang dititipi uang dalam setahun juga masih utuh, ini contoh bentuk kejujuran yang sudah mulai berkurang saat ini,”kata mbah Hardjo Kardi dengan logat jawanya.

Di akhir sesi acara, Ketua Pokja Kebudayaan Wahyu Subakdiono memaparkan ke depan Pokja Kebudayaan Bojonegoro bersama anggota DPR RI, Didik Mukrianto akan terus menjalankan kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk menggali nilai-nilai budaya dan juga mempromosikan nilai budaya yang ada di masyarakat Bojonegoro sehingga kekayaan budaya di Bumi Angling Dharma bisa dikenal masyarakat luas bahkan dunia.

X