Pemprov DKI Harus Taati BPK, Kembalikan Duit Sumber Waras

SILATURAHMI RAMADHAN, DEMOKRAT GELAR PASAR MURAH
June 21, 2016
DEMOKRAT: MELAWAN REKOMENDASI BPK, AHOK KENA SANKSI PIDANA
June 23, 2016

Pemprov DKI Harus Taati BPK, Kembalikan Duit Sumber Waras

Didik menilai tidak keliru kalau nanti Pemprov DKI dijatuhi sanksi apabila tidak menghiraukan rekomendasi.

Suara.com – Pemerintah Provinsi Jakarta menolak rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan untuk mengembalikan kerugian negara sebesar Rp191 miliar atas pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras seluas 3,6 hektare. Pemerintah Jakarta tak akan mengembalikannya karena merasa tak merugikan negara, apalagi KPK menilai pembelian lahan tersebut tak mengandung indikasi pelanggaran hukum.

Rekomendasi dikeluarkan BPK karena pembelian lahan dinilai lebih mahal dibandingkan harga semestinya.

Menanggapi polemik tersebut, anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Didik Mukriyanto meyakini hasil audit BPK telah didasarkan pada ketentuan perundang-undangan.
Uji Coba Sistem Ganjil Genap, Pasukan Dishub Dikerahkan

“Kembali ketika bicara sebuah produk atau keputusan kelembagaan negara, pasti sudah didasarkan kepada konstitusi atau aturan yang berlaku,” kata Didik di gedung Nusantara II, Komplek DPR, Jakarta, Rabu (22/6/2016).

Menurut Didik BPK tidak mungkin melaporkan hasil audit tanpa mengikuti prosedur hukum.

“Demikian juga dengan produk-produk LKHPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara) yang dikeluarkan oleh BPK, terkait audit yang dilakukan terhadap DKI Jakarta yang kemudian di dalam LKHPN menemukan indikasi kerugian negara. Tentu ini berdasarkan undang-undang BPK, ada implikasinya,” kata Didik.
Didik menambahkan temuan BPK seharusnya ditaati, terutama Pemprov DKI Jakarta. Dengan kata lain, harus menaati rekomendasi untuk mengembalikan uang kepada negara.

“Artinya apa, setiap temuan yang nyata ditemukan oleh BPK terkait dengan pemeriksaannya, maka siapapun juga yang terindikasi adanya keuangan negara yang hilang, harus wajib mengembalikan. Dan ini juga ada sanksi hukumnya,” tutur Didik.

Didik mengatakan selama melewati proses pemeriksaan, temuan BPK tidak bisa dipandang sebagai subyektivitas.

Didik menilai tidak keliru kalau nanti Pemprov DKI dijatuhi sanksi apabila tidak menghiraukan rekomendasi BPK.
“Ini yang saya pikir bukan persoalan subjektivitas, tapi ya tentunya kita bicara mengenai penegakan hukumnya, kepatuhan terhadap aturannya,” kata Didik.

“Dan aturannya memang memungkinkan memberikan sanksi kepada siapapun yang mengacuhkan atau tidak melaksanakan apa yang menjadi rekomendasi BPK,” Didik menambahkan.

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Demokrat Didik Mukriyanto [suara.com/Dian Rosmala]

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Demokrat Didik Mukriyanto [suara.com/Dian Rosmala]

X