Putuskan Calon yang Diusung dalam Pilkada DKI, Demokrat Tunggu Majelis Tinggi

BANTUAN SEKOLAH UNTUK PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN DI BOJONEGORO
August 29, 2016
F-Demokrat Juga Tolak Ide Sekolah Parlemen
August 31, 2016

Putuskan Calon yang Diusung dalam Pilkada DKI, Demokrat Tunggu Majelis Tinggi

2305124JAKARTA, KOMPAS.com – Ketua DPP Partai Demokrat Didik Mukrianto mengatakan, partainya masih menunggu putusan Majelis Tinggi Partai (MTP) terkait bakal calon gubernur yang akan diusung pada Pilkada DKI Jakarta 2017.

Ia berharap, putusan MTP keluar sebelum batas pendaftaran bakal cagub pada awal September 2016.

Adapun, nama-nama yang muncul ada yang berasal dari internal maupun eksternal partai.

“Beberapa nama yang muncul ,Sandiaga menjadi aspirasi, muncul nama Buwas (Kepala BNN Budi Waseso), ada yang ikut daftar ke kami, Pak Yusril,” kata Didik, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (30/8/2016).

“Tapi di internal dari kawan-kawan menyuarakan Bang Nara (Nachrowi Ramli) juga jadi harapan kawan-kawan. Bahkan juga ada yang menginginkan Mas Agus Harimurti. Tapi rasanya enggak mungkin. Tapi suara kawan-kawan seperti itu. Ada juga yang mengembuskan Rachlan (Rachlan Nasidik),” sambung dia.

Didik menambahkan, Demokrat memperhitungkan calon yang akan diusungnya secara matematis dan terukur, tak hanya berbasis emosional.

“Relatif pendeknya waktu ini harus objektif dan rasional,” kata Anggota Komisi III DPR itu.

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan mengatakan, partainya baru akan mengumumkan pasangan calon yang diusung di Pilgub DKI 2017 pada detik-detik terakhir.

“Untuk Jakarta nanti lah, kami umumkan di detik-detik terakhir karena Jakarta kan sama Kantor KPU-nya dekat. Jadi yang dekat yang paling akhir, bisa H-1 atau kapan saja lah, yang penting detik-detik akhir,” ujar Hinca.

Hingga saat ini, menurut Hinca, Demokrat masih terus menggodok delapan nama yang sudah masuk dalam daftar calon yang akan mereka usung di Pilgub DKI Jakarta.

Calon itu di antaranya adalah Yusril Ihza Mahendra, Sandiaga Uno, dan Muhammad Idrus. Selain itu, Haji Lulung, Hasnaeni alias wanita emas, dan Biem Benyamin.

X