Demokrat Apresiasi KPK Tutup Buku Perkara Century

Partai Demokrat Bisa Munculkan Bakal Calon Gubernur DKI Baru
September 14, 2016
F-Demokrat Tolak Terpidana Boleh Maju Pilkada
September 14, 2016

Demokrat Apresiasi KPK Tutup Buku Perkara Century

e6def87d-0a33-4e92-bac8-fd8e16e2ab04_169JAKARTA sindonews.com – Keputusan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tidak melanjutkan perkara korupsi penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik atau bailout Bank Century diapresiasi Partai Demokrat. Sebab, partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini menilai ‎perkara Bailout Bank Century itu sudah selesai.

Sekretaris Fraksi Partai Demokrat di DPR‎ Didik Mukrianto mengatakan, bahwa dalam konteks penegakan hukum, partainya sepenuhnya mengapresiasi dan memberikan kepercayaan kepada KPK jika dalam kajiannya tidak menemukan unsur pelanggaran hukum pada kasus itu.

‎”Saya pikir kita juga harus memberikan apresiasi dan mendorong apa yang disampaikan KPK,” ujar Didik Mukrianto di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (14/9/2016).

Menurut anggota Komisi III DPR ini, KPK sudah melakukan proses hukum terhadap perkara bailout Bank Century, dan perkara itu dianggap sudah clear. Lebih lanjut, dia berpendapat, KPK perlu mengumumkan keputusan tutup buku perkara bailout Bank Century itu kepada publik.

“Kalau memang sudah di dalam penyelidikannya tidak ditemukan unsur tindak pidana, unsur korupsinya, maka KPK harus segera mendeklarasikan itu agar tidak ada spekulasi-spekulasi, termasuk spekulasi-spekulasi politik, sehingga ini menimbulkan kegaduhan yang tidak pasti,” pungkasnya.

Diketahui, selain bailout Bank Century, KPK juga tidak melanjutkan penyalahgunaan kewenangan dalam pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP).

Ihwal penanganan kasus Century dan SKL BLBI di KPK pernah digugat Koordinator ‎Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman lewat jalur praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel). PN Jaksel memutuskan, memerintahkan KPK melanjutkan penyidikan kasus Bank Century.

Untuk SKL BLBI, PN Jaksel menolak permohonan MAKI agar majelis memutuskan KPK mentersangkakan seseorang yang sudah pernah dimintai keterangan sebagai terperiksa dalam penyelidikan.

X
Skip to toolbar