Di Kampung Ketandan, Karang Taruna Ajar Anak-anak Tari Tradisional

Di Bojonegoro, Naik Haji Harus Tunggu 24 Tahun
March 27, 2017
Kontingen Rowosari Kendal Juara Umum Kejurda Pencak Silat Pelajar Kapolres Pemalang Cup 2017
March 29, 2017

Di Kampung Ketandan, Karang Taruna Ajar Anak-anak Tari Tradisional

foto: surya

Setiap Sabtu dan Minggu merupakan saat bagi Karang Taruna Kampung Ketandan, Surabaya, untuk mengajarkan pelestarian budaya ke anak-anak.

Seperti terlihat Minggu (26/3/2017), puluhan anak terlihat menunggu guru tari mengajarkan tari tradisional Jawa.

Firli, salah satu bocah, sudah siap bersama teman-temannya sembari membawa selendang yang tersampir di leher. Selendang itu menjadi properti tari.

“Menarinya setiap Minggu dan Sabtu sore. Seneng bisa nari Jawa walaupun susah,” katanya, pada Surya.

Ayi Nuriya, pengajar tari, mengatakan, peserta sesi tari cukup banyak, antara 15 sampai 20 anak setiap minggu. Ada empat jenis tarian yang diajarkan, yaitu tari Remo, tari Rampak, tari Guyub dan tari Koko.

“Kadang anak-anak masih belum bisa luwes. Tetapi kalau sering berlatih maka akan terbiasa melenggang dan menari tradisional,” ucapnya.

Bule asal Austria pun tak ingin melewatkan sesi kelas tari ini. Tiga lajang itu ikut bergabung dengan anak-anak mempraktekkan seni tari Remo.

“Beda dengan tarian tradisional di negara kami. Tidak ada aksi gemulai dan liukan tangan yang unik seperti di sini,” kata Laura Schmidlin.

Ia mencoba sikap dasar menari Remo. Dengan merentangkan kaki membentuk kuda kuda rendah dan menata kedua tangan, yang satu di depan dada, yang lain menggantung di atas kepala.

“Aku sama sekali belum pernah mencoba tarian ini. Hebat anak-anak kecil di sini sudah terbiasa menari dengan gerakan yang rumit begini,” komentarnya.

Sumber

X