Karang Taruna dari 10 Desa di Bojonegoro Dapat Penguatan Kapasitas

Anggota DPR Minta Polisi Usut Tuntas Pembunuhan Siswa Taruna
April 4, 2017
Puluhan Ribu RTLH di Tuban Belum Ditangani
April 4, 2017

Karang Taruna dari 10 Desa di Bojonegoro Dapat Penguatan Kapasitas

karang taruna

Karang Taruna sebagai badan organisasi yang ada di tingkat pemerintahan desa diharapkan berperan aktif dalam penyelenggaraan pengembangan desa. Karang taruna sehingga harus memiliki keterampilan dan kapasitas dalam melakukan fasilitasi forum musyawarah dan lobbying dan mengikuti musyawarah desa.

Untuk meningkatkan kemampuan tersebut puluhan Karang Taruna dari 10 desa di Kabupaten Bojonegoro, mengikuti pelatihan peningkatan keorganisasian di aula Pusat Inkubasi Bisnis (PIB) Desa Ringin Tunggal Kecamatan Gayam, Minggu (2/4/2017). Peningkatan kapasitas pemuda ini diselenggarakan oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bekerjasama dengan LSM Bojonegoro Institute.

“Kita ingin mengembalikan peran karang taruna sebagai organisasi sosial kemasyarakatan yang berdaya dan mampu mengembangkan potensi desa,” kata Direktur Bojonegoro Institute, AW. Syaiful Huda, Senin (3/4/2017).

Menurut pria yang akrab dipanggil AW ini, selama ini karang taruna sering terjebak pada kegiatan-kegiatan Rekreasi, Olahraga, Kesenian, dan agama (ROKA). Misalnya, kata dia, peringatan hari besar dan penyelenggaraan acara yang bersifat insidentil. “Sementara program yang bersifat kesejahteraan sosial sebagai ruh dari karang taruna justru dimaknai sebagai kegiatan pengabdian masyarakat secara umum,” ungkap AW.

Melalui program ini, jelas AW, peserta yang dilatih diharapkan dapat menyusun rencana strategis, rencana aksi program kerja dan instrumen pelengkap keorganisasian lainnya. “Di samping itu, kita juga menargetkan peserta agar memiliki keterampilan pengelolaan program, dan melakukan monitoring serta evaluasi dengan baik dan benar,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro Adi Witjaksono, berpesan agar para pemuda karang taruna menjadi pemuda yang aktif dan memiliki peranan strategis di desa masing-masing. Dalam sambutannya di depan para peserta pelatihan tersebut, dia juga memotivasi agar pemuda selalu berbuat sesuatu yang positif bagi desanya. “Pemuda sudah seharusnya bekerja dan berbuat untuk orang lain, tidak hanya berkomentar,” tuturnya menasihati.

Para peserta merupakan perwakilan dari Desa Gayam, Mojodelik, Bonorejo, Katur, Begadon, Brabowan, Ringin tunggal Kecamatan Gayam, Desa Ringin Rejo Kecamatan Kalitidu, Desa Kapas Kecamatan Kapas, dan Desa Prayungan Kecamatan Sumberejo. Masing-masing desa mengirimkan tiga perwakilan untuk mengikuti pelatihan dan outbound.

Outbound sendiri dilaksanakan di Sendang Karan dan Komunitas Pemberdayaan Suket Desa Gunung Sari Kecamatan Baureno. Outbound ini sekaligus wahana studi banding para peserta dengan karang taruna setempat yang telah mampu membangun potensi desanya hingga menghasilkan keuntungan secara sosial dan ekonomi.

Sumber

X
Skip to toolbar