Karang Taruna Bhakti Loka Rambah Sektor Pendidikan

Puluhan Ribu RTLH di Tuban Belum Ditangani
April 4, 2017
Pilgub Lampung, Demokrat Usung Ridho Ficardo
April 5, 2017

Karang Taruna Bhakti Loka Rambah Sektor Pendidikan

karang taruna

Di era globalisasi yang serba dinamis, peran karang taruna sebagai lembaga desa menjadi lebih kompleks.

Tak melulu kegiatan yang berorientasi pada sektor kepemudaan, karang taruna juga mulai merambah dunia pendidikan.

Salah satu karang taruna yang telah memulai menjadikan sektor pendidikan sebagai prioritas adalah Karang Taruna Bhakti Loka Desa Condongcatur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman. Pada Minggu (2/4/2017) lalu, karang taruna yang memiliki jumlah anggota sekitar 55 orang tersebut menggelar Try Out UASDA Sekolah Dasar. Bertempat di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Depok, kegiatan tersebut diikuti 450 siswa kelas 6 SD.

“Anak-anak sangat antusias. Awalnya kita tagetkan hanya 300 peserta namun yang hadir mencapai 450 peserta,” ujar Udit Bagaskoro Ketua Karang Taruna Bhakti Loka sumringah.

Udit menjelaskan alasan yang mendasari gelaran perdana try out tersebut adalah rasa dan tanggungjawab moral karang taruna untuk berkontribusi kepada masyarakat.

Dalam pelaksanaan kegiatan, karang taruna tidak berjalan sendiri. Selain didukung pemerintah desa, kegiatan juga disokong Neutron dan SMP N 1 Depok dalam hal pengadaan soal, lembar jawaban komputer (LJK), dan tempat.

Setelah kesuksesan gelaran kali ini, tahun mendatang karang taruna tetap akan menggelar kembali try out. Bahkan jika memungkinkan dan dirasa perlu mereka juga akan menyediakan untuk siswa SMP dan SMA.

Reno Candra Sangaji Kepala Desa Condongcatur memberikan apresiasi atas pencapain Karang Taruna Bhakti Loka. Menurutnya ini adalah momentum bagi karang taruna untuk terus mengabdi di masyarakat.

“Ini tahun pertama , biasanya di sektor dulu Itu lomba lukis dan menggambar. Harapannya tentu siswa di Condongcatur ada yang bisa memiliki prestasi nilai tertinggi di di Depok bahkan Sleman,” ujarnya.

Lanjutnya, dengan kerjasama dengan berbagai lembaga pendidikan akan menghasilkan soal yang lebih berbobot. Nilai yang diperoleh siswa pun akan dibagikan ke sekolah supaya dapat dievaluasi.

“Hasilnya tentu disampaikan ke sekolah dan nanti bisa sebagai sarana evaluasi sekolah. Sehingga yang kurang dapat dikejar,” jelasnya Reno yang jyga menjelaskan bahwa ada sekitar 15 SD di wilayahnya.

Hadiah doorprize berupa sepeda dan tablet lanjut Reno sebagai upaya untuk memotivasi siswa saja. Selanjutnya, pemerintah desa akan tetap mendukung kegiatan seruapa di tahun mendatang.

Sumber

X