Sinergitas yang Strategis Pesanggem dan Perhutani

Lomba Rebana II Piala Pak De Karwo
July 28, 2013
Minal Aidzin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir & Batin
August 7, 2013

Sinergitas yang Strategis Pesanggem dan Perhutani

Mas Didik Mukrianto bersama para sinder dan mandor di kebun jati Perhutani Merak Urak

DIDIKMUKRIANTO.COM. Tuban – Caleg DPRRI Partai Demokrat Dapil Jatim IX (Tuban-Bojonegoro) nomor urut 1, Didik Mukrianto berkunjung ke kebun jati Perhutani di Merak Urak  dan membangun jalin silaturahmi dengan para sinder dan mandor.

Mas Didik Mukrianto bersama para sinder dan mandor di kebun jati Perhutani Merak Urak

Mas Didik Mukrianto bersama para sinder dan mandor di kebun jati Perhutani Merak Urak

 

Dalam rangka sosialisasi menghadapi pemilu legislative 2014, sebagai bentuk kepedulian dan berbagi kebersamaan dengan konstituen, H. Didik Mukrianto, SH, Caleg DPRRI Partai Demokrat dapil Jatim 9 (Bojonegoro-Tuban) nomor urut 1 ini melakukan safari ramadhan ke wilayah Tuban dan Bojonegoro.

Safari Ramadhan yang dilakukan oleh Mas Didik tidak hanya bernuansa perjalanan spiritual, namun juga melakukan kegiatan social kemasyarakatan dengan mendekatkan diri dengan para konstituennya. “Pada ramadhan tahun 1434 H ini, kurang tepat rasanya kalau tidak diisi dengan sebuah perjalanan spiritual. Perjalanan spiritual yang saya lakukan kali ini adalah merupakan bagian penting dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah SWT (Hablum Minallah). Kebetulan bagian relegiusitas ramadhan kali ini selain kegiatan rutin ibadah sholat tarwih, dan kegiatan social yang dibarengi dengan buka puasa bersama di Jatim 9, saya berkesempatan untuk melakukan wisata religi ke Tuban (Bumi Wali) antara lain ke makam Sunan Bonang maupuan Asmoro Qondi untuk menambah sisi religiusitas dalam perspektif bagian sejarah masuknya Islam ke tanah jawa” tegas Mas Didik kepada Redaktur. Selasa, 30/07/2013

Untuk melengkapi perjalanan wisata religi, dalam safari ramadhan, Mas Didik juga melakukan tegur sapa dengan berbagai elemen masyarakat sebagai bentuk hablum minannas. “Alhamdulillah wisata religi kali ini semakin tambah lengkap dan bermakna dengan hadirnya beberapa cerita, keluh kesah, masukan, arahan dan bimbingan dari para tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda maupun tokoh formal dan masyarakat Tuban dan Bojonegoro pada umumnya termasuk sharing yang sangat konstruktif dan berharga dari para sinder dan mandor kebun jati Perhutani di wilayah Merak Urak Tuban hari ini” lanjut Mas Didik.

Tugas yang sangat mulia dilakukan oleh para sinder dan mandor untuk terus menerus mengelola hutan bersama-sama dengan masyarakat agar terhindar dari jangkauan tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab. Pada kesempatan ini Mas Didik juga melakukan diskusi ringan dan sesekali bercanda ria dengan para sinder dan mandor. Selepas pertemuan Mas Didik menceritakan kepada redaksi bahwa “Tugas yang berat dan sangat mulia dari para sinder, mandor, asper dan seluruh jajaran Perhutani dalam mengawal keutuhan dan kelesatrian hutan jati. Namun demikian berkat partisipasi dan kesadaran masyarakat akan arti penting dari eksistensi hutan, dengan sinergitas yang dibangun oleh masyarakat dan Perhutani selama ini menjadi senjata ampuh untuk melawan pembalakan liar”.

Sinergitas yang dibangun tersebut tidak hanya berbasis formal. Namun sinergitas yang dibangun juga mendatangkan imbal balik secara ekonomis kepada masyarakat karena masyarakat diberi kesempatan oleh Perhutani untuk bercocok tanam dalam kurun waktu tertentu secara cuma-cuma. Masyarakat penggarap lahan Perhutani tersebut berhimpun dalam kelompok-kelompok yang dikenal dengan sebutan Pesanggem. “Hadirnya Pesanggem ini tidak hanya memberikan sebuah nilai pemberdayaan masyarkat untuk peningkatan penghasilan mereka, namun lebih jauh lagi kehadiran mereka menjadi partner strategis Perhutani dalam mencegah pembalakan liar” pungkas Mas Didik.

X