Jambu dan Belimbing Bojonegoro Tembus Pasar Modern

Pertamina Bangun Kilang di Tuban, Bupati Minta Warga Sekitar Diprioritaskan
May 2, 2017
Didik Mukrianto: Pembubaran Ormas Tak Boleh Subjektif
May 11, 2017

Jambu dan Belimbing Bojonegoro Tembus Pasar Modern

ilustrasi: ahlinyapenyakitjantung

ilustrasi: ahlinyapenyakitjantung

Pengembangan potensi desa tidak hanya mengangkat dari segi eksistensi desa. Namun juga harus menjadi sumber pemasukan desa agar bisa mandiri. Apalagi pemerintah pusat telah mencanangkat pembangunan ekonomi dari pemerintahan paling bawah, yakni pemerintah desa.

Seperti pengembangan buah jambu merah di Deda Mayang Geneng, Kecamatan Kalitidu, maupun agrobisnis Blimbing di Ringinrejo, Kecamatan Kalitidu. Hasil dari pengembangan taman agrobisnis itu akhirnya menjadi salah satu penopang perekonomian desa.

Jumat (28/4/2017) lalu, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melakukan penandatangan kontrak kerjasama dengan Carrefour di Ballroom 2 JS Luansa Hotel, Jakarta. Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Heru Sugiharto mengatakan, buah dari petani itu kini masuk dalam ranah pasar nasional.

“Produk mereka kini diminati dan masuk di salah satu pasar modern di Indonesia yakni Carrefour,” ujarnya, Selasa (2/5/2017).

Menurut Kabag Humas, jambu dan belimbing ditergetkan terpasarkan di carrefour sebanyak satu ton. Utamanya adalah di carrefour Surabaya. Kabar ini, lanjut Mantan Camat Margomulyo ini akan menggeliatkan sektor agropolitan di Bumi Angling Dharma. “Ini juga menjadi angin segar bagi para petani untuk meningkatkan pendapatan dan perekonomian mereka,” lanjutnya.

Selain penandatangan kontrak kerjasama itu, juga dilakukan launching PT Mitra BUMDES Nusantara. Penandatanganan MoU antara Perum Bulog dengan kopelindo beserta 8 Kabupaten yakni , Kabupaten Bojonegoro, Sleman, Kerinci, Kebumen, Bone, Indramayu, Muara Bungo dan Kabupaten Pandeglang yang juga disaksikan oleh menteri BUMN  Rini Soemarno dan Menteri Desa Eko Putro Sandjojo.

Dalam kesempatan itu Menteri BUMN Rini Soemarno menyampaikan, Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa untuk  mensejahterakan masyarakat harus melalui desa. Desa menjadi kunci utama pembangunan, sehingga setiap daerah harus memiliki program memberdayakan desa, sehingga desa memiliki kekuatan ekonomi yang kuat.

“Ada juga gagasan dari pak Jokowi bahwa kita harus mengkorporasikan desa. Artinya desa harus bisa memiliki kemampuan untuk mendorong kekuatan ekonomi nasional,” katanya sesuai rilis yang diterima beritajatim.com.

Rini Soemarno menambahkan, kesalahan dalam membangun perekonomian desa adalah sistem perekonomian yang dari atas ke bawah. Maka dari itu dengan pembentukan Mitra BUMDES Nusantara diharapkan dapat membuat desa semakin maju, hal ini akan dilanjutkkan dengan pembentukan mitra BUMDES Nusantara didaerah-daerah.

“Tentu saja hal ini akan dapat berjalan dengan baik asal ada dukungan penuh dari pemerintah daerah,” lanjut Rini.

Kementerian BUMN juga akan mendukung Kementerian Desa dalam membangun dan meningkatkan perekonomian desa. Tujuan utamanya adalah membantu BUMD untuk dapat berpikir secara korporasi tidak berpikir secara birokrasi.

Karena kedepan kompetisi internasional bukan kepada birokrat tetapi antarakorporasi dengan profesional. “Sehingga bisa menciptakan BUMD yang Profesional, Akuntabel, Akurat, dan Transparan,” pungkasnya.

Sumber

X