Jumlah Warga Miskin di Bojonegoro Melonjak Naik

Foto Agus Yudhoyono Beredar di Bali, Demokrat: Bukan untuk Pilgub
June 2, 2017
Bojonegoro Kekurangan Tenaga Pendidik
June 4, 2017

Jumlah Warga Miskin di Bojonegoro Melonjak Naik

jawapos.com – Pengurangan angka kemiskinan harus menjadi perhatian serius Pemkab Bojonegoro. Berdasar data sistem informasi dan konfirmasi data (siskada) 1 Kementerian Sosial (Kemensos), jumlah keluarga miskin di Bojonegoro mencapai 175.011 kepala keluarga (KK). Jumlah itu meningkat jika dibandingkan dengan data PPLS 2011 yang hanya 118.354 KK.

’’Kalau dibandingkan memang ada peningkatan,’’ ungkap Kabid Rehabilitasi Sosial dan Peningkatan Kesejahteraan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Dwi Harningsih.

Data yang dirilis Kemensos tersebut adalah data terbaru dari pemutakhiran data terpadu. Bahkan, jumlahnya terpaut 56.657 KK jika dibandingkan dengan data PPLS 2011 lalu. ’’Data ini sudah diperbarui. Jumlahnya ada peningkatan,’’ ujarnya.

Dwi menjelaskan, jumlah tersebut merata di setiap kecamatan. Mulai 5 ribu KK hingga 25 ribu KK setiap kecamatan. Bergantung jumlah penduduk di kecamatan itu.

Menurut Dwi, jika dijadikan jumlah jiwa, 175.011 KK tersebut menjadi 563.225 jiwa. Jumlah itu hampir separo jumlah warga Bojonegoro secara keseluruhan. ’’Itu data yang kami terima. Sebab, itu dari pusat,’’ jelasnya.

Kemensos memiliki beberapa kriteria dalam menentukan kemiskinan. Di antaranya, rumahnya masih berdinding bambu, berlantai tanah, dan tidak memiliki benda berharga Rp 500 ribu jika dijual. Selain itu, penghasilannya tidak melebihi Rp 300 ribu per bulan.

Menurut dia, setiap instansi memiliki kriteria berbeda dalam menentukan kemiskinan. Kemensos memiliki kriteria yang tidak sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam menentukan warga miskin atau tidak. ’’Kemensos kriterianya sederhana,’’ katanya.

Ketua DPRD Bojonegoro Mitroatin mengakui bahwa angka kemiskinan di Bojonegoro cukup tinggi. Namun, dia tidak menyangka jumlahnya sebanyak itu. ’’Masak banyak sekali? Akan saya kroscek ke pemkab,’’ ungkapnya.

Menurut dia, masalah kemiskinan tersebut memang harus segera ditangani. Pemerintah memang berada di barisan terdepan dalam pemberantasan kemiskinan itu. Namun, pihak-pihak yang lain juga bisa memberikan andil dalam mengentaskan kemiskinan.

Dia menjelaskan, banyak cara untuk mengentaskan kemiskinan. Misalnya, memudahkan investor untuk membuka usaha di Bojonegoro. Selain itu, memberikan pelatihan kepada warga. Dengan begitu, mereka bisa kreatif menciptakan produk. ’’Namun, jangan hanya pelatihan. Harus ada ilmu pemasaran juga. Kalau hanya membuat, akan berhenti di situ,’’ jelasnya.

Selain itu, harus ada perbaikan infrastruktur jalan. Di kawasan perdesaan, tidak mungkin ekonominya maju jika jalannya rusak. Karena itu, menurut dia, peran infrastruktur sangat vital untuk mengentaskan kemiskinan. ’’Jadi, ada banyak cara untuk mengentaskan kemiskinan. Namun, bukan dilakukan oleh pemkab saja, namun banyak pihak,’’ ungkapnya.

Sumber

X
Skip to toolbar