Sekjen Ikatan Alumni Universitas Trisakti Desak Aung San Suu Kyi Segera Bertindak Atasi Krisis Rohingya

Demokrat Prihatin Nama Ibas Sering Dicatut di Persidangan
September 4, 2017
Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi Dipertanyakan
September 6, 2017

Sekjen Ikatan Alumni Universitas Trisakti Desak Aung San Suu Kyi Segera Bertindak Atasi Krisis Rohingya

Kejahatan kemanusiaan dan pelanggaran HAM yang menimpa etnis Rohingya di Myanmar sangat tidak bisa ditoleransi dari sudut pandang manapun. Kecaman, seruan untuk segera menghentikan dan mengusut tuntas bukan hanya dari Indonesia, tapi juga dunia.

Tak terkecuali, Sekjen Ikatan Alumni Universitas Trisakti Didik Mukrianto, juga turut mengutuk keras kejahatan kemanusiaan dan pelanggaran HAM berat di Myanmar.

“Kejadian di Rohingnya ini adalah kejahatan kemanusiaan dan pelanggaran HAM yang sangat serius. Kebiadaban terhadap etnis Rohingnya yang diluar batas kemanusiaan ini harus segera dihentikan dan diutus tuntas. Saya mengecam dan mengutuk keras peristiwa yang sangat kejam dan diluar batas nalar manusia atas etnis Rohingya di Myanmar” tutur Didik Mukrianto

Didik juga menyerukan kepada pemerintahan Myanmar, Asean dan PBB serta dunia untuk segera turun tangan dan segera menghentikan kebiadaban di Myanmar, termasuk membantu dan memproteksi serta memulihkan hak dan psikologis etnis Rohingya;

“Kejahatan kemanusiaan di Rohingnya yang sangat kejam dan biadab ini menjadi persoalan serius dan tanggung jawab bukan hanya oleh pemerintah Myanmar, tapi juga menjadi kewajiban Asean dan PBB. Karena Genosida atau etnis cleansing menjadi kejahatan berat dan pelanggaran HAM yang sangat berat dan tidak bisa ditoleransi”lanjut Didik

Didik Mukrianto mengajak segenap Civitas Akademika Trisakti dengan seluruh stake holdersnya dan juga masyarakat Indonesia untuk terus memantau perkembangan di Myanmar dan masalah etnis Rohingya, serta membantu dengan setiap upaya baik yang ada termasuk do’a atas kejadian memang sudah melebihi kepatutannya.

“Masalah Rohingya memang isu kompleks dan sensitif bagi Myanmar. Meskipun demikian harus ada solusi yang tepat, permanen dan berkeadilan dengan memegang teguh nilai-nilai HAM, demokrasi dan hukum internasional,” papar Didik Mukrianto

Didik juga berharap, konflik Rohingya tidak sampai menimbulkan gelombang radikalisme dan terorisme, serta jangan sampai menjadi konflik antar agama yang dampaknya makin serius.

“Saya berharap pemerintah Indonesia terus aktif melakukan diplomasi, menjadi prakarsa dan terus mengingatkan pemerintah Myanmar dengan Aung San Suu Kyi agar melakukan tindakan nyata atas kebiadaban terhadap etnis Rohingya. Ini sudah menjadi perhatian dunia. Bukan hanya negara Islam, bukan hanya Indonesia dan Asean,” ujar Didik

Sekjen Ikatan Alumni Universitas Trisakti yang dulunya Ketua Senat Fakultas Hukum Trisakti yang juga mantan aktifis mahasiswa ini berharap agar Aung Sa Suu Kyi segera mengambil sikap dan upaya nyata untuk membantu etnis Rohingnya sebagai bagian tanggung jawabnya penerima nobel perdamaian dari dunia;

“Sebagai pertanggungjawaban atas dinobatkannya Aung San Suu Kyi sebagai tokoh perdamaian oleh dunia, Saya berharap saatnya beliau menunjukkan wisdom dan keberpihakan nyata terhadap kemanusiaan,” Didik menegaskan.

X