Demokrat Dukung Buwas ‘Cincang’ Oknum Lapas Terlibat Narkoba

DIRGAHAYU KARANG TARUNA KE-57 TAHUN
September 26, 2017
Demokrat soal Densus Tipikor: Jangan Pick and Choose Kasus
October 12, 2017

Demokrat Dukung Buwas ‘Cincang’ Oknum Lapas Terlibat Narkoba

Didik Mukrianto (Gibran Maulana Ibrahim/detikcom)

DETIK.COM Jakarta – Anggota Komisi III DPR Didik Mukrianto mendukung keinginan Kepala BNN Komjen Budi Waseso (Buwas) yang akan ‘mencincang’ oknum lapas bila terlibat jaringan narkotika. Komjen Buwas ingin oknum lapas yang terlibat jaringan narkotika juga dihukum mati.

“Saya memahami yang diungkapkan Buwas adalah pesan yang mendasar kepada kita semua bahwa ancaman bahaya narkoba semakin marak dan meningkat meskipun BNN, pemerintah, beserta masyarakat tiada henti untuk memberantas kejahatan narkoba,” ujar Didik dalam keterangan tertulisnya, Selasa (10/10/2017).

Pria yang juga merupakan Sekretaris Fraksi Partai Demokrat ini mengapresiasi Komjen Buwas yang akan menghukum mati oknum penjaga lapas yang terlibat dalam peredaran Narkoba. Didik pun mendukung usul itu.
“Saya sangat setuju pemberatan hukuman terhadap para aparat negara, termasuk hukuman mati apabila ada oknum yang ikut menjadi menjadi pengedar dan bandar narkoba,” ucapnya.

Untuk itu, Didik meminta seluruh komponen bangsa agar bersatu dan bekerja sama agar kejahatan narkoba bisa dihentikan. Ketum Karang Taruna Nasional ini mengajak para pemuda terlibat aktif dalam upaya pemberantasan narkoba.

“Saya sangat setuju dengan semangatnya dan mengajak segenap anak bangsa secara serius berperang melawan narkoba. Melawan narkoba untuk menyelamatkan masa depan generasi bangsa adalah hal mutlak dan tidak bisa ditawar lagi,” sebut Didik.

“Salah satunya melalui gerakan karang taruna yang mengawal anak-anak pemuda agar bebas dari narkoba,” imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, Komjen Buwas berharap agar oknum-oknum petugas lapas yang terlibat dalam peredaran narkoba dihukum lebih berat daripada bandar narkotika. Menurutnya, sanksi berupa pemecatan tak terlalu berdampak signifikan. Dia menyebut para oknum ini bisa bergabung dengan jaringan narkotika setelah dipecat.
“Harusnya ada contoh tindakan tegas, bukan hanya dipecat. Karena, begitu dipecat, dia bekerja dengan jaringan. Makanya harus dihukum berlipat-lipat, hukuman mati harus dilakukan kepada oknum petugas lapas,” tutur Komjen Buwas, Selasa (10/10).

Buwas memberi contoh selain hukuman mati. Menurutnya, hukuman berat harus diberikan agar menimbulkan efek jera. Sehingga tak ada lagi oknum lapas yang terlibat jaringan narkoba.

“Hukuman berat kalau umpama oknum itu dicincang di depan umum pasti akan semua takut, nggak apa-apa untuk kebaikan. Yang jelas, kalau kita bicara keadilan, pelanggaran HAM itu adanya di akhirat. Makanya harusnya hukuman berat kepada oknum. Kalau perlu, seumur hidup kakinya digantung di atas, kepala di bawah, makannya dari bawah, dan dipamerkan ke seluruh penjuru. Ini biar orang akan kapok dan nggak akan coba-coba,” tegas dia.

X
Skip to toolbar