SBY Tegaskan Tak Pernah Terlibat Pengadaan E-KTP

SBY Akan Laporkan Pengacara Setnov ke Bareskrim
February 7, 2018
Demokrat dan PKS Tak Mau Dilibatkan dalam Temuan Angket KPK
February 14, 2018

SBY Tegaskan Tak Pernah Terlibat Pengadaan E-KTP

[JAKARTA] Suara Pembaruan, Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menepis tuduhan Mirwan Amir dan Firman Wijaya terkait keterlibatannya dalam proyek pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). SBY menegaskan, dirinya tidak pernah meminta agar program e-KTP dihentikan.

“Terhadap penjelasan baik Mirwan Amir dan Firman Wijaya yang biasnya ke mana-mana, masuk media, dipergunjingkan, sama sekali tidak benar. Ada tuduhan saya dilapori, ada masalah besar dan harus dihentikan juga tidak benar,” kata SBY di Kantor DPP Demokrat, Jakarta, Selasa (6/2).

SBY yang juga Presiden ke-6 RI bertanya-tanya maksud fitnah dari Mirwan dan Firman. “Lantas ada apa dengan semuanya ini? Ini seknario siapa? Konspirasi model apa seperti ini? Di tahun politik, tahun menjelang Pemilu 2019, ini lah yang harus kita ungkap,” ujarnya.

Mengungkap aktor di balik tudingan, dinilai SBY sebagai suatu jihad. “Jihad untuk mendapatkan keadilan di negeri yang sangat saya cintai ini. Mungkin panjang, tapi akan saya tempuh sampai kapan pun juga,” tegasnya.

Sebelum persidangan kasus dugaan korupsi e-KTP dengan menghadirkan Mirwan sebagai saksi, menurut SBY, ada pertemuan sejumlah orang. Pertemuan ini, disinyalir menjadi cikal bakal munculnya fitnah atas SBY.

“Pengetahuan saya, informasi saya miliki, belum waktunya saya ungkap ke masyarakat luas. Bisa bikin geger nantinya,” kata SBY tanpa menyebut pihak dimaksud.

Pada bagian lain, SBY berharap sepanjang tahun ini menuju Pemilu 2019, kondisi politik Tanah lebih beradab. “Hancur negara kita kalau politik ini makin tidak beradab. Memfitnah lawan politik tanpa beban. Dengan mudahnya mungkin dengan tangan-tangan kekuasaan dan uang bisa menghancurkan dan merusak nama baik seseorang,” ujarnya.

SBY menegaskan, dirinya akan melakukan jihad untuk sebuah keadilan. “Mungkin banyak orang seperti saya sekarang ini yang juga ingin mendapatkan keadilan. Mungkin mereka lebih tidak berdaya lagi. Mungkin mereka tidak punya apa-apa, hanya menangis. Oleh karena itu, mudah-mudahan apa yang saya lakukan ini mewakili saudara-saudara saya yang tengah mencari keadilan,” tegasnya.

X