Ratusan Pendekar PSHT Adu Ilmu di Kejuaraan SH Ce The Es Cup I 2019

Komisi III DPR RI, Didik Mukrianto Apresiasi Penghargaan Kemenpan RB RI, Terhadap Mapolres Tuban
November 26, 2019
FPD DPR RI ; Benarkah Ada Radikalisme Di ASN?, Apa Sebabnya?
November 26, 2019

Ratusan Pendekar PSHT Adu Ilmu di Kejuaraan SH Ce The Es Cup I 2019

Pewarta: Safuwan | Editor: Wahyu Nurdiyanto

TIMESINDONESIA, TUBAN – Sebanyak 341 atlet pencak silat, Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) pusat Madiun, Jawa Timur mengikuti kejuaran internal SH Ce The Es Cup I 2019. Para pendekar mulai usia sini, remaja, hingga dewasa itu saling memperkuat fisik untuk berebut juara.

Acara itu berlangsung di Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Kamis (21/11/2019) malam, berlangsung pembukaan kejuaraan internal pencak silat PSHT, Ce The Es Cup I dengan diikuti peserta utusan delapan belas kontingen tersebar di ranting – ranting se-Kabupaten Tuban.

“Ada delapan belas kontingan se Kabupaten Tuban. Dua ranting sisanya, tidak mengirimkan atlit yakni ranting Merakurak dan Rengel,” kata ketua pelaksana kejuaraan antar atlit PSHT Tuban, Sri Wiyono kepada TIMES Indonesia.

Sri melanjutkan, Kejuaraan SH Ce The Es di mulai tanggal 21 – 24 November, ke 341 pesilat SH akan bertanding di batas usia mulai usia dini, remaja, dewasa. Pesilat akan berlaga di gelanggang kelas A – I berdasarkan proporsional berat badan.

Dalam pembukaan kejuaraan Phst Ce the Es diawali tampilan gelaran tarian Pujang Ganong asal Ponorogo dibawakan para pesilat. Kemudian dilanjutkan, sesepuh dan pengurus SH, lakukan prosesi pemecahan Kendi (tembikar terbuat dari tanah liat) sebagai petanda dimulainya, kejuaraan Ce The Es Cup I tahun 2019, Internal organisasi SH yang berpusat di Madiun tersebut.

Ketua Cabang Tuban, PSHT Pusat Madiun, Mas Lamidi menjelaskan kegiatan ini awal latihan bagi siswa – siswa SH untuk menjadi atlit pencak silat dalam mengaktualisasikan pengembangan budaya silat di Indonesia. “Semoga kejuaraan ini akan menghasilkan bibit – bibit atlit pencak silat berbakat. Karena kami minta wasit juri Nasional malam ini tetap menjunjung tinggi sportifitas,” harapnya.

Di acara yang sama oleh Pelindung Ce The Es PSHT Tuban, Didik Mukriyanto mengatakan bahwa. Tempaan di dalam ajaran SH dari sesepuh-sesepuh telah mengajarkan dan mengarahkan siswa dan warga SH ke konteks positif seperti tertuang kedalam mukodimah.
“SH Cup merupakan Implementasi ajaraan PSHT di tingkat pertama (dasar) yaitu Seni bela diri, Olahraga dan pembelaan diri,” katanya.

Ketua Karang Taruna Pusat ini, berharap adannya kejuaraan internal SH, selama empat hari di Singgahan Tuban bagian selatan.
“Beberapa peserta yang terjun bertanding merupakan tunas atlit profesional menuju ke jenjang tingkatan Nasional,” sambungnya.

Namun hal itu, pembibitan tunas atlet SH, harus didukung offisial dan pelatih yang bermodal moral dan berkarakter mental pejuang di dalam menghadapi semua kompetesi pertandingan seperti seorang patriot bangsa.

“Seorang atlet belum tentu mempunyai mental patriot. Akan tetapi, Patriot dimulai dengan menjunjung tinggi, jiwa sportifitas di sebuah pertandingan.”pungkasnya.

Hadir acara keluarga besar Pengurus cabang Kabupaten Tuban, PSHT pusat Madiun, beserta pengurus ranting. (*)

CLOSE GALLERY

X
Skip to toolbar