Didik Mukrianto: Karang Taruna bukan oposan tapi agen perubahan

Bergesernya Bandul Demokrasi Menuju Oligarki
December 2, 2019
Anggota DPR: Keseriusan Polisi Usut Kasus Novel Tanda Tanya Besar
December 5, 2019

Didik Mukrianto: Karang Taruna bukan oposan tapi agen perubahan

Elshinta.com – Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah melantik Pengurus Karang Taruna Provinsi Sumatera Utara Masa Bhakti 2018-2023 di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur, Jalan Diponegoro, Medan, Jumat (29/11).

Musa Rajekshah yang juga Ketua Majelis Pertimbangan Karang Taruna meminta bantuan Karang Taruna Pemuda diharapkan dapat berinovasi dan dibuat di Karang Taruna tidak hanya di kota akan tetapi di desa-desa.

“Semoga program Pemprov dapat membantah dengan Karang Taruna kedepan generasi muda kita tidak hanya di kota, namun di desa harus dapat meningkatkan potensi desa. Kami berharap pada Karang Taruna dapat membantu pemerintah dalam masalah sosial yang diperlukan di masyarakat, untuk pengurus Nasional yang diharapkan dapat memperhatikan Karang Taruna ini, “katanya, seperti diterbitkan Kontributor Elshinta, M Salim.

Pada kesempatan itu, Musa Rajekshah berhasil selamat di 107 orang pengurus Karang Taruna Sumut yang dilantik, Ketua Karang Taruna Sumut Dedi Dermawan Milaya, Sekretaris Karang Taruna Sumut M Akhiruddin Nasution, Bendahara Karang Taruna Sumut Hendriyanto Sitorus serta pengurus lainnya.

Ketua Umum Pengurus Nasional Karang Taruna, Didik Mukrianto didampingi Sekretaris Jendral Deden Sirajudin dalam arahannya berpesan pada pengurus Karang Taruna di Sumut yang baru dilantik untuk dapat bermitra dengan pemerintah dalam mengentaskan sosial yang ditengah-tengah masyarakat.

“Karang Taruna lahir dari keikhlasan. Pelantikan harus menjadi dorongan dalam mengurai dan mengentaskan tantangan sosial. Pelantikan menjadi komitmen untuk terus menjadi mitra pemerintah provinsi dalam menyelesaikan masalah sosial di Sumatera Utara. Sebagai contoh, dedikasi sesuai yang dimandatkan oleh pemerintah. negara dan provinsi ini, “katanya.

Selain itu, pelepasan ini diharapkan dapat memberikan energi untuk membuat sosial, untuk memperbaiki masalah. Dengan harapan dapat membangun rumah besar Karang Taruna, dan yang tak kalah penting Karang Taruna harus mampu memperbarui terhadap penyakit dan kesulitan sosial. Karang Taruna harus mampu mengubah zaman, mengikuti perkembangan teknologi dan revitalisasi.

Didik juga meminta pada seluruh pengurus untuk bekerja dengan ikhlas dan rela dalam membantu pemerintah untuk kesejahteraan masyarakat. Menjadi kekuatan moral, contoh suri tauladan, kontrol sosial dan agen perubahan. Karang Taruna bukan organisasi oposan tetapi mitra pemerintah. Keikhlasan ini menjadi investasi amal pengurus kelak di akhirat.

“Terus kita kuatkan niat melakukan investasi sosial dengan ikhlas dan rela yang akan menjadi investasi di akhirat nanti. Semoga yang dilantik dapat memberikan makna untuk pemerintah, Karang Taruna bukan oposan, jangan coba-coba menjadi oposan, jadilah agen perubahan karena kita mitra pemerintah,” katanya.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Sumut Dedi Dermawan Milaya meminta pada pengurus untuk segera membuat konsep dan plafon kerja membangun desa kota. Diharapkan pemuda ke depan dapat bersaing, yaitu desa yang bisa membuat konsep pembangunan di desa yang terkait dengan kewirausahaan, usaha ekonomi yang produktif, sehingga dapat menciptakan lapangan kerja.

“Sumatera Utara ini cukup luas, semoga dengan terbentuknya kepengurusan yang baru ini dapat bermitra dengan pemerintah dan BUMN dalam membantu mengembangkan SDM dan meningkatkan kepemudaan di Sumut,” katanya.

X
Skip to toolbar