Anggota DPR: Keseriusan Polisi Usut Kasus Novel Tanda Tanya Besar

Didik Mukrianto: Karang Taruna bukan oposan tapi agen perubahan
December 3, 2019
FPD: Pedang Anti Korupsi Harus di Tangan Presiden
December 10, 2019

Anggota DPR: Keseriusan Polisi Usut Kasus Novel Tanda Tanya Besar

Didik Mukrianto (Gibran Maulana Ibrahim/detikcom)

KBR, Jakarta- Anggota Komisi Hukum DPR Didik Mukrianto mendorong Tim Teknis Polri segera mengumumkan kepada publik hasil penyelidikan kasus penyerangan penyidik ​​senior KPK Novel Baswedan.

Menurut Didik, segala hasil dari tim bentukan kepolisian harus dipaparkan. Masyarakat tahu.

“Penegak hukum atau polisi bisa segera mengungkap dalam waktu yang tidak lama. Mengajukan tuntutan hukum dan pengungkapannya ada yang mendorong, meminta disampaikan kepada publik agar masyarakat bisa mengusahakan. Jangan mengusahakan penelitian ini, tidak mendukung, melaporkan ini tidak mendukung dengan baik, “kata Didik Mukrianto pada KBR, Selasa (3/12/2019).

Menurut Didik, jika kepolisian tidak mengungkapkan hasil pemeriksaan, maka akan timbul kecurigaan masyarakat. Selain itu, komitmen kepolisian mengungkap kasus ini dipertanyakan.

“Patut jika masyarakat menganggap keseriusan Polri dalam mengungkap kasus Novel. Ini mendapat tanda tanya besar di masyarakat,” katanya.

Wacana membentuk tim gabungan mencari fakta independen untuk mengungkap kasus penyerangan penyidik ​​senior KPK tersebut, kata Didik, dapat menjadi tantangan baru bagi kepolisian. Jika tim teknis tidak dapat menyelesaikan tugasnya maka tidak dapat menyelesaikan akan muncul desakan pembentukan tim independen yang dapat menyelesaikan masalah ini.

” Keinginan politikpemerintah eksklusif Jokowi dalam penegakan hukum akan dipertanyakan. Mungkin polisi tidak bisa menjelaskan kepada publik atau menyelesaikan tugasnya dalam kasus novel ini, diselesaikan demi keadilan publik maka tim pencari fakta yang bisa disetujui oleh presiden, “kata Didik.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memberi tenggat waktu awal Desember 2019 untuk Kapolri Idham Azis mengungkap kasus penyerangan Novel Baswedan. Namun hingga saat ini belum ada hasil yang juga baik dari Presiden maupun Polri.

Jokowi juga sempat memberi target ke Kapolri yang dikembangkan, Tito Karnavian, untuk mengungkap kasus Novel dalam tiga bulan. Target yang diberikan Jokowi pada 19 Juli, . Penghasilan kena pajak tim Gabungan pencari Fakta Yang dibentuk Tito Gagal mengungkap KASUS tersebut

Masih mencari kejahatan

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengaku belum dapat menemukan Penyiraman udara keras terhadap Novel Baswedan, hingga tenggat waktu yang diberikan oleh presiden pada bulan Desember.

Juru bicara Mabes Polri Argo Yuwono mengatakan, saat ini Polri terus melakukan penyeledikan untuk mengungkap kasus Novel Baswedan.

“Prinsipnya, penyidik ​​tetap bekerja, nanti mencari siapa pelakunya sampai sekarang kan masih mengumpulkan semua alat buktinya,” ujar Juru Bicara Mabes Polri, Argo Yuwono di Mabes Polri, Selasa (11/11/2019).

Sementara Kadiv Humas Mabes Polri M.Iqbal menyebut tidak menganggap tidak memiliki Kabareskrim dengan lamanya penuntasan kasus. untuk saat ini tim teknis dipimpin oleh Wakabareskrim.

“Sama sekali tidak, tim bekerja maksimal menunggu saja ini masalah waktu, insyallah kita sangat optimis akan terungkap. Tidak sama sekali pengaruhnya, (Sejauh ini dipimpin siapa) Sistem, Wakabareskrim dan beberapa direktur, katakan Juru bicara Mabes Polri M, Iqbal di Mabes Polri , Selasa (3/12/2019).

X
Skip to toolbar