Tebarkan Perdamaian Melalui Jejaring Sosial

Keluarkan Inpres Perpanjangan Moratorium, Presiden SBY: Mari Kita Kelola Hutan Berkelanjutan
May 16, 2013
Habib Syech: Mari Saling “Bongkar” Kebaikan!
May 17, 2013

Tebarkan Perdamaian Melalui Jejaring Sosial

Sumber: http://www.nu.or.id

Betapa luar biasanya penyebaran informasi melalui internet, terlebih melalui pemanfaatan jejaring sosial-media. Maraknya penggunaan situs pertemanan sebagai tempat untuk mempermudah komunikasi, menjalin relasi, serta menangkap dan menyebarkan informasi menjadi hal penting untuk diperhatikan sekarang ini.

Jika tidak dapat memanfaatkan dengan baik sebuah media yang masih terbilang baru itu, maka sosial media juga tak jarang melahirkan dampak-dampak negatif dan merugikan penggunanya. Seperti permusuhan, adu domba, sarana penyebar kebencian, bahkan mendorong sebuah tindak kekerasan terjadi di dunia nyata.

Demikian disampaikan Safi’ Ali’elha, pemimpin redaksi NU Online saat berkesempatan untuk menyampaikan materi dalam workshop bertema “Sosial-Media Untuk Kemanusiaan” yang digelar oleh komunitas Gusdurian Cirebon, di Gotrasawala Center, Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) Cirebon. Sabtu (27/4).

“Jejaring sosial-media di internet adalah semacam  tempat  berkumpul hampir setiap orang, dan yang dimaksud berkumpul adalah mempertemukan orang-orang, sebagaimana almarhum Gus Dur yang telah menjadi sosok yang paling banyak mengkonsolidasikan ruangan, maka kita teruskan perjuangan  almarhum  dengan menggunakan peluang internet sebagai media untuk menebarkan nilai-nilai kemanusiaan untuk perdamaian,” papar pria yang biasa disapa Savic tersebut.

Savic juga menambahkan, kampanye untuk kemanusiaan mengandung pelbagai hal yang mesti dilakukan, yang paling mencolok dan membutuhkan sebuah kerja keras adalah saat meredam sebuah tindak kekerasan sebuah kelompok yang saat itu terjadi, selebihnya turut mengawal masyarakat dunia maya untuk secara terus menerus menebar pesan-pesan perdamaian.

“Pesan penting yang harus disebarkan demi redamnya sebuah konflik itu harus dikemas dengan baik, dibutuhkan sebuah penyampaian konten dan materi yang menarik, sehingga akan banyak orang yang terlibat untuk membaca dan menangkap pesan tersebut, dalam hal ini memang dibutuhkan sebuah akurasi, strategi, dan pembelajaran kasus yang mendalam, agar perjuangan itu tidak setengah-setengah,” tambah Savic.

Sebelumnya, Ahmad Rovahan, direktur program JINGGA Media juga menyampaikan tentang pentingnya pemanfaatan sosial-media untuk sebuah pembelaan dan perlindungan kaum lemah. Dalam kesempatan tersebut dia menceritakan beberapa pengalamannya dalam memulangkan dan mengusahakan perlindungan terhadap beberapa tenaga kerja Indonesia (TKI) yang memiliki masalah di luar negeri melalui jejaring sosial di internet.

“Sebagian isi dari nilai-nilai kemanusiaan adalah melakukan upaya pembelaan dan perlindungan terhadap pihak-pihak yang membutuhkan, masih banyak di luar sana saudara-saudara kita yang mengharap sebuah gerakan pembelaan dan perlindungan, dan yang paling mudah tapi sangat berdampak untuk kita lakukan sekarang ini adalah dengan memanfaatkan jejaring sosial di internet semacam ini,” jelas Rovahan.

Workshop tentang pemanfaatan  sosial-media untuk menebar nilai-nilai kemanusiaan ini dihadiri oleh 40-an peserta yang didelegasikan oleh pelbagai komunitas di Cirebon, Indramayu, dan Kuningan. Turut hadir sebagai peserta dalam workshop tersebut antara lain perwakilan dari Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) kabupaten Indramayu, pimpinan cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) kabupaten Cirebon.

Redaktur    : A. Khoirul Anam
Kontributor: Sobih Adnan

X