Didik Yakin Ibas Tak Terkait dengan Kasus SKK Migas

Demokrat: Menjual Nama Ibas Tipu-tipu Gaya Lama
November 22, 2013
Demokrat siapkan strategi penyelesaian sengketa Pemilu
May 1, 2014

Didik Yakin Ibas Tak Terkait dengan Kasus SKK Migas

Sumber: Pos Kota

JAKARTA (Pos Kota) – Ketua Departemen Pengawasan Keuangan dan Pembangunan – DPP Partai Demokrat, Didik Mukrianto yakin bahwa istana, Presiden SBY maupun putranya yang juga sekjen Partai Demokrat Edy Baskoro alias Ibas, tidak pernah terlibat dalam kasus SKK Migas.
Berita-berita yang berkembang saat ini hanyalah fitnah dan penyebaran opini politik yang sesat.
“Saya yakin semuanya hanya fitnah saja. Semua orang bisa mengakui memiliki kedekatan dengan orang-orang besar, terlebih dengan SBY. Tukang tipu pun bisa mengkalim kedekatan itu,” ujar Didik ketika dihubungi wartawan seputar beredarnya dokumen pemeriksaan tersangka Deviardi yang diperoleh wartawan, hingga menguak kedekatan petinggi Kernel Oil Singapura Widodo Ratanachaitong dengan Ibas dan Sekretaris Kabinet, Dipo Alam.
Untuk membuktikan apa yang tertulis di BAP itu menurut Didik harus dengan konstruksi hukum dan bukan dengan pembuatan opini publik saja.
Beredarnya tuduhan kepada pihak SBY maupun Istana menurutnya tidak terlepas untuk tujuan pemilu 2014.”Makanya untuk membuktikan itu harus dijawab dengan konstruksi hukum bukan opini politik. Basis opini politik pasti ditujukan utk 2014,” tambahnya.
Didik pun menjelaskan korelasi Widodo atau Kernel milik Widodo dengan Edhie Baskoro Yudhoyono hanyalah spekulasi saja.Dirinya pun menyebut Widodo sebagai pemain yang ulung di bidang trading pernimnyakan.
“Korporasi pemain trading minyak sangat mungkin menjadi bagian kartelisasi perdagangan minyak. Sehingga segala daya upaya dan penguatan eksistensi dengan mencoba menyeret-menyeret dan melibatkan nama-nama besar sangat mungkin dilakukan,” tegasnya.
Padahal hal itu hanya merupakan tipu-tipu gaya lama. Fakta yang tidak terbantahkan adalah adanya pemain yang memainkan permainan tipu-tipu tersebut akhirnya tertangkap oleh KPK.
Harapan kita adalah semoga kasus ini mampu mengungkap kartelisasi yang memainkan tipu-tipu gaya lama yang selama ini terjadi termasuk sejak saat BP Migas hingga SKK Migas terbentuk.
“ Klaim dan menjual nama termasuk nama Ibas yang dicatut adalah gaya lama para penipu mengingat magnet nama besar Ibas potensial untuk dijadikan alat oleh mereka,’ kata Didik.
Sebelumnya ramai diberitakan Sekjen Partai Demokrat yang juga putra bungsu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) disebut sebut dalam berkas perkara dugaan suap SKK Migas.
Dalam dokumen pemeriksaan tersangka Deviardi (pelatih golf Rudi Rubiandini) yang diperoleh wartawan, sebagaimana yang ramai diberitakan di media online terkuak kedekatan petinggi Kernel Oil Singapura, Widodo Ratanachaitong, dengan Ibas dan Sekretaris Kabinet, Dipo Alam.
Hal itu sebagaimana terungkap dalam sadapan perbincangan antara Widodo dan Deviardi. Hasil sadapan percakapan itu berdurasi sekitar 15 menit dan dilakukan sekitar pukul 21.03 WIB pada 24 Juni 2013.
“Bahwa benar berhubungan dengan Widodo, Cumlaude di Australia dan punya tujuh perusahaan minyak di luar negeri semuanya CNC, bahwa Widodo mempunyai jaringan ke Istana, Ibas, DPR, dan sampai kepada Dipo Alam,” begitu bunyi salah satu petikan rekaman pembicaraan Widodo dengan Deviardi seperti tertulis dalam dokumen.
Masih dalam dokumen itu, Deviardi membenarkan hal tersebut merupakan perbincangannya dengan Widodo. Dia akui itu saat diperiksa sebagai saksi pada akhir September 2013 lalu.
Dalam dokumen juga tertulis bahwa penyidik yang memeriksanya bernama Jimmy Christian Samma. “Keterangan itu berasal dari Widodo Ratanachaitong sendiri. Informasi tersebut (ingin) saya sampaikan kepada Rudi Rubiandini,” jawab dia dalam dokumen tersebut.
Meski begitu, Deviardi mengaku tidak mengetahui tujuh perusahaan yang disampaikan Widodo. Dalam sadapan perbincangan itu, masih kata dia, Widodo bahkan menyampaikan sudah bermain sejak SKK Migas atau BP Migas dipimpin oleh Kardaya Warnika dan Raden Priyono.
“Maksud saya melaporkan kepada Rudi Rubiandini, apabila berhubungan dengan Widodo Ratanachaitong akan membuat Ibas dan Istana tenang. Saya hanya melaporkan informasi yang diberikan Widodo Ratanachaitong bahwa yang bersangkutan dekat dengan istana,” kata Deviardi.
Dugaan keterlibatan Widodo dalam suap SKK Migas disebutkan dalam dakwaan yang disusun Jaksa KPK untuk anak buahnya Simon Gunawan Tanjaya.
Dalam dakwaan itu disebutkan bahwa Simon bersama-sama Widodo menyuap 900.000 dolar AS dan 200.000 dolar Singapura kepada Rudi Rubiandini. (prihandoko/d)

X