Jaga Republik Indonesia, Presiden SBY Berdayakan Panser Tangguh ‘Anoa’

Zulkifli Hasan, Ketua MPR 2014-2019
October 7, 2014
Terima Kasih, Pak SBY: Bapak Demokrasi Indonesia, Pemimpin Transformatif yang Pro-Rakyat dan Mendunia
October 17, 2014

Jaga Republik Indonesia, Presiden SBY Berdayakan Panser Tangguh ‘Anoa’

111007_141242_panseranoadetiknews.com 14/10/2014

Jakarta – Pertahanan negara sudah selayaknya menjadi sorotan setiap pemimpin negeri. Dalam bidang ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memilih untuk mengembangkan industri dalam negeri supaya bangsa ini semakin bangga dan ikut serta mempertahankan keutuhan Republik Indonesia. Adalah PT Pindad yang diberikan mandat untuk membangun Panser jenis APS (Alat Pengangkut Sedang) 6×6. Sebuah nama mamalia asli Indonesia dicomot untuk menamai panser tangguh itu yakni ‘Anoa’.

Menurut catatan detikcom pada tahun 2009 sebanyak 4 Panser Anoa menggantikan Panser impor untuk mengamankan kediaman Presiden SBY di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat. Soal teknologi, jangan dianggap remeh karena Panser Anoa bisa tahan diberondong peluru dari AK-47 atau pun M-16. Kecepatan laju panser ini pun mampu mencapai 90 km/jam juga mampu menanjak lahan yang kemiringannya mencapai 45 derajat. Persenjataan yang sudah terpasang adalah senapan mesin 7,62 mm dan 12,7 mm untuk varian infanteri dan Automotic Granade Launcher (AGL) 40 mm untuk varian kavaleri.

Di tahun 2009 pula panser tersebut dilirik oleh militer Nepal karena ketangguhannya. Nepal memesan Anoa untuk pasukan perdamaian yang dikirim ke Kamerun bersama dengan pasukan PBB. Kejayaan Anoa tak berhenti di tahun 2009 saja, hingga tahun ini pun panser itu terus diproduksi PT Pindad untuk TNI. Rasa bangga diungkapkan Panglma TNI Jenderal Moeldoko pada Jumat (14/3/2014) saat menerima 24 Panser Anoa dari PT Pindad.

“Prajurit pasti bahagia karena selama ini bila ke PBB belum pernah naik (panser) ini, terlebih kita bangga karena ini buatan dalam negeri,” kata Moeldoko dalam sambutannya pada acara serah terima panser Anoa di kawasan Indonesian Peace and Security Centre (IPSC) di Bukit Santi Dharma Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian Sentul, Bogor, Jumat (14/3/2014).

Rasa bangga tak hanya diungkapkan oleh Moeldoko saja, bahkan Joko Widodo pernah menyatakan ingin mengembangkan Panser Anoa dalam acara debat capres lalu. Menurut dia sudah saatnya Indonesia mengembangkan industri alutsista sendiri yang spesifikasinya disesuaikan dengan kondisi dalam negeri.

“Yang pertama panser anoa harus kita kembangkan, terus industri pertahanan kita. Mungkin nanti ada panser banteng. Sehingga kita betul-betul mempunyai kekuatan pertahanan,” kata Jokowi dalam debat di Hotel Holiday Inn, Kemayoran, Jakarta Utara, Minggu (22/6/2014) malam.

X