Transisi SBY ke Jokowi Akan Jadi Sejarah Baru

Terima Kasih, Pak SBY: Bapak Demokrasi Indonesia, Pemimpin Transformatif yang Pro-Rakyat dan Mendunia
October 17, 2014
SBY Dinilai Layak Diberi Gelar Bapak Demokrasi
October 21, 2014

Transisi SBY ke Jokowi Akan Jadi Sejarah Baru

lk0fUvHi2NSumber: okezone.com

Sekertaris Fraksi Partai Demokrat, Didik Mukrianto, mengatakan pemerintahan Indonesia telah mengalami enam kali peralihan kekuasaan, tapi belum pernah sekali pun masa transisi berlangsung mulus.

“Selalu ada peristiwa tak menyenangkan yang melatarbelakangi suksesi kepemimpinan nasional. Namun Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berusaha memberikan yang terbaik dengan menyukseskan peralihan kepemimpinan secara terhormat,” kata Didik, Sabtu (18/10/2014).

Menurut dia, SBY telah menyiapkan upacara penghormatan untuk menyambut Presiden dan Wakil Presiden baru Joko Widodo-Jusuf Kalla. “Peralihan kekuasaan dari Presiden SBY ke Jokowi akan menjadi sejarah baru bagi Indonesia,” lanjutnya.

Didik pun membeberkan keberhasilan yang dijalankan pemerintahan SBY selama 10 tahun dari berbagai bidang, seperti sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, hukum, HAM, lingkungan hidup, budaya, pertahanan dan keamanan, politik, bidang ekonomi.

Salah satunya, ialah angka Produk Domestik Bruto (PDB) yang terus meningkat. Pada 2014 mencapai Rp9,084 triliun. Sementara cadangan devisa mencapai 124,6 miliar dolar AS. Keberhasilan tersebut, seiring dengan capain rasio utang luar negeri yang terus menurun 70 persen lebih, dari 27,8 persen menjadi 7,8 persen.

“Bahkan APBN terus meningkat empat kali lipat. Pendapatan per kapita selama 10 tahun terakhir meroket tajam menjadi 3.049,1 dolar AS. Di antara negara-negara G20, Indonesia berada pada urutan kedua setelah Tiongkok,” tuturnya.

Dari segi penanggulangan kemiskinan, lanjut Didik, sebanyak 5,23 persen penduduk Indonesia keluar dari kemiskinan, sehingga sekarang angka kemiskinan berada pada angka 11,47 persen. Perlindungan sosial terhadap warga miskin seperti Raskin dan BLSM.

“Kemudian, 3,6 persen penduduk Indonesia sudah keluar dari pengangguran, dan sekarang berkisar di angka 6,3 persen. Ekspor naik hampir tiga kali lipat. Peningkatan anggaran pendidikan lebih dari 20 persen,” ungkap Didik.

Selain itu, demokrasi di Indonesia pada era SBY mengalami peningkatan, seperti dimulainya pemilihan presiden dan wakil presiden secara langsung, kebebasan pers, penegakan hukum, masyarakat sipil yang semakin mendapatkan tempat untuk berpartisipasi dalam perubahan arah bangsa menjadikan Indonesia sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia.

“Jadi patut kita banggakan, SBY sebagai presiden yang berlatar militer ini ternyata lebih sipil dibanding orang sipil, dan lebih demokratis dibanding tokoh lainnya. SBY menjaga betul proses demokrasi yang berlangsung di Indonesia selama 10 tahun ini,” tuturnya.

Oleh karena itu, kata dia, Fraksi Partai Demokrat sangat mengapresiasi hasil kinerja SBY selama 10 tahun memimpin Indonesia dengan baik.

“10 tahun pemerintahan SBY dengan segala keberhasilannya menjadikan tonggak sejarah yang baik, dan akan dikenang oleh anak-anak bangsa,” pungkasnya. (trk)

X