F-PD: SBY Tak Pernah Mengkambinghitamkan Pemerintahan Sebelumny

KOMISI III DALAMI LAGI KASUS NOVEL BASWEDAN
February 15, 2016
Berpolitik diatas “Prinsip”
February 19, 2016

F-PD: SBY Tak Pernah Mengkambinghitamkan Pemerintahan Sebelumny

Sumber: detik.com 18 Februari 2016
Jakarta – Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merasa dirinya sering dikambinghitamkan pemerintah yang berkuasa saat ini. Padahal menurut Fraksi Partai Demokrat (PD), SBY tak pernah seperti itu.

Menurut Sekretaris F-PD Didik Mukrianto, selama menjadi presiden, SBY tidak pernah mencoba mengkambinghitamkan pemerintah sebelumnya. Pemerintah sebelum era SBY dipimpin oleh Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri.

“Sebagai pemimpin yang transformatif beliau selama memimpin bangsa tidak pernah sekalipun mengkambinghitamkan pemimpin bangsa sebelumnya. Siapapun itu, baik pemimpin tertinggi maupun para pembantunya,” ungkap Didik dalam perbincangan, Kamis (18/2/2016).

Didik menyebut, SBY selalu meneruskan legacy baik pemimpin sebelumnya dan mendengarkan seluruh aspirasi publik. Itu diterjemahkan dan diaplikasikan dalam setiap program dan kebijakannya.

“Pak SBY menyampaikan pesan moral yang sangat pantas untuk diapresiasiasi dan ditauladani oleh seluruh elemen bangsa ini. Kebesaran hati beliau, potret pemimpin yang selalu mengambil tanggung jawab apapun terkait dengan kebijakan dan kepemimpinannya,” ujar Didik.

Didik Mukriyanto (kanan). Foto: Lamhot Aritonang

Fraksi PD pun menyayangkan dalam beberapa kali kesempatan sejak masa berakhir tugas SBY di pucuk pemerintahan, Ketum PD tersebut kerap disalahkan oleh pemerintah sekarang. Didik menyebut, pemerintah Jokowi-JK seharusnya mencari solusi tepat untuk mengatasi persoalan bangsa. Bukan malah justru mengkambinghitamkan SBY.

“Apa layak dan pantas selalu mengkambinghitamkan kepada SBY atas ketidakmampuan pemerintahan saat ini dalam mengatasi persoalan ekonomi, politik, kesenjangan, pengangguran, kemiskinan, pertahanan dan keamanan?” keluh anggota Komisi III itu.

Masyarakat dikatakan Didik sudah cukup obyektif dalam menilai apakah pemerintahan Jokowi-JK dapat mengatasi persoalan bangsa dengan efektif.

“Apalagi untuk pencitraan dan excuse atas ketidakmampuannya. Jangan-jangan ketidakmampuan pemerintahan dalam mengelola bangsa ini akan ditumpahkan kepada persoalan-persoalan isu yang tidak material dan substantif serta solutif dengan menyalahkan pemerintahan sebelumnya,” kata Didik.

Sikap yang selama ini ditunjukkan SBY kepada bangsa menurutnya mencerminkan kenegarawanannya. Pemimpin yang, kata Didik, menerapkan ‘Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madya Mangun Karsa dan Tut Wuri Handayani’.

“Di depan memberi tauladan, di tengah membangun prakarsa, bekerja sama dan menawarkan solusi, di belakang mendukung dan memberikan kritik solutif untuk perbaikan,” tuturnya.

Sebelumnya, Menko Perekonomian Darmin Nasution melempar pernyataan panas soal kinerja Pemerintahan SBY. Darmin mengatakan pemerintahan lalu lambat mendorong perkembangan industri pertambangan.

Tidak terima disalahkan, SBY kemudian bersuara melalui akun twitternya. Ia merasa pemerintah yang berkuasa sekarang kerap mengkambinghitamnya dalam berbagai masalah.

“Hingga saat ini, “SBY & Pemerintahan SBY” masih sering dikambinghitamkan & disalahkan oleh pihak yg tengah berkuasa,” kicau SBY lewat akun twitter @SBYudhoyono yang dikutip detikcom, Kamis (18/2).
(ear/tor)

X